Surakarta, Juni 2023 – Tekhno Academy turut berpartisipasi sebagai panitia dalam penyelenggaraan Seminar Dewan Pimpinan Cabang Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (DPC F-PLKP) Kota Surakarta yang mengangkat tema “Lembaga Kursus Goes to Teaching Factory (TeFa)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16–17 Juni 2023 di SMKN 4 Surakarta dan diikuti oleh para pengelola lembaga kursus dan pelatihan (LKP), praktisi pendidikan vokasi, serta insan pendidikan dari berbagai daerah. Seminar ini menjadi wadah berbagi wawasan mengenai penerapan konsep Teaching Factory (TeFa) sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Mendorong Transformasi Lembaga Kursus melalui Konsep Teaching Factory
Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan proses pendidikan dengan praktik kerja nyata. Melalui konsep ini, peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi barang maupun jasa sesuai standar industri. Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya transformasi lembaga kursus agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman praktik, serta kesiapan memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri. Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan vokasi, Tekhno Academy mendukung penuh pengembangan model pembelajaran berbasis praktik yang mampu meningkatkan daya saing lulusan di era industri modern.
Tekhno Academy Mendukung Penguatan Pendidikan Vokasi

Keikutsertaan Tekhno Academy sebagai panitia menjadi bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nonformal, khususnya lembaga kursus dan pelatihan. Melalui kolaborasi bersama DPC F-PLKP Kota Surakarta, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan vokasi, dunia industri, serta pemerintah dalam menciptakan sistem pelatihan yang lebih relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja.
Studi Banding Teaching Factory ke Kudus
Setelah rangkaian seminar selesai, panitia dan seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan studi banding ke sejumlah sekolah yang telah berhasil mengembangkan Teaching Factory (TeFa) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai implementasi Teaching Factory yang telah berjalan sukses di berbagai bidang keahlian.
Mengunjungi SMK Raden Umar Said Kudus

Destinasi pertama adalah SMK Raden Umar Said Kudus, salah satu sekolah kejuruan unggulan di Indonesia yang dikenal memiliki program animasi berstandar industri. Sekolah ini mendapat dukungan dari Djarum Foundation dan memiliki fasilitas RUS Animation Studio, sebuah teaching factory tempat para siswa menghasilkan karya animasi yang dikerjakan menggunakan standar industri kreatif. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana pembelajaran berbasis proyek mampu menciptakan lulusan yang siap bersaing di industri animasi nasional maupun internasional.
Belajar Teaching Factory Fashion di SMK NU Banat Kudus

Kunjungan berikutnya dilakukan ke SMK NU Banat Kudus, sekolah kejuruan khusus putri yang berada di bawah naungan LP Ma’arif Nahdlatul Ulama. Sekolah ini dikenal sebagai salah satu SMK terbaik di bidang tata busana (fashion) dan memperoleh dukungan dari Djarum Foundation. Peserta berkesempatan melihat implementasi Teaching Factory melalui unit produksi Zelmira, tempat para siswa mengembangkan keterampilan desain, produksi, hingga pemasaran produk fesyen yang memiliki kualitas industri. Model pembelajaran tersebut menjadi inspirasi bagi lembaga kursus dalam mengembangkan pelatihan berbasis produksi nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.
Mengenal Teaching Factory Tangria Beauty & Spa di SMK PGRI 1 Kudus

Studi banding juga dilaksanakan di SMK PGRI 1 Kudus, sekolah yang memiliki keunggulan pada program Kecantikan dan Spa. Peserta mengunjungi Tangria Beauty & Spa, sebuah unit Teaching Factory yang menjadi tempat praktik sekaligus layanan kecantikan profesional yang dikelola bersama peserta didik. Melalui fasilitas ini, siswa memperoleh pengalaman bekerja dengan standar pelayanan industri kecantikan sehingga mampu meningkatkan kompetensi teknis, pelayanan pelanggan, hingga manajemen usaha. Kunjungan tersebut memberikan gambaran bahwa konsep Teaching Factory dapat diterapkan pada berbagai bidang keahlian sesuai karakteristik masing-masing lembaga pendidikan.
Inspirasi bagi Pengembangan Lembaga Kursus dan Pelatihan
Studi banding ini memberikan banyak inspirasi mengenai bagaimana lembaga pendidikan mampu membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada proses belajar, tetapi juga menghasilkan produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga kursus dan pelatihan dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis industri, memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, serta meningkatkan kualitas lulusan agar semakin kompetitif.
Komitmen Tekhno Academy dalam Mendukung Pendidikan Vokasi
Sebagai lembaga pelatihan yang fokus pada pengembangan keterampilan digital dan profesional, Tekhno Academy terus berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan vokasi melalui berbagai program pelatihan, seminar, workshop, serta kolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri. Selain aktif dalam kegiatan pengembangan kelembagaan, Tekhno Academy juga menyelenggarakan berbagai program unggulan, di antaranya:
- Digital Marketing Training
- Digital Skill Training
- Artificial Intelligence (AI) Training
- Microsoft Office Training
- Professional Skill Training
- Public Speaking
- Corporate Training
- Desain Grafis
- Website Development
- Workshop dan Seminar
Seluruh program dirancang berbasis praktik untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Penutup
Partisipasi Tekhno Academy sebagai panitia pada Seminar DPC F-PLKP Kota Surakarta bertema “Lembaga Kursus Goes to Teaching Factory” menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui seminar dan studi banding ke berbagai sekolah pelaksana Teaching Factory di Kudus, peserta memperoleh wawasan baru mengenai penerapan pembelajaran berbasis industri yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Ke depan, Tekhno Academy akan terus berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, dunia usaha, dan organisasi profesi untuk menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Tingkatkan Kompetensi Bersama Tekhno Academy
Tekhno Academy menyediakan berbagai program pelatihan untuk individu, sekolah, perguruan tinggi, perusahaan, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan. Layanan unggulan kami meliputi:
- Digital Marketing Training
- Corporate Training
- Artificial Intelligence (AI)
- Public Speaking
- Microsoft Office
- Desain Grafis
- Website Development
- Digital Productivity
Hubungi Tekhno Academy sekarang untuk mendapatkan informasi program pelatihan dan kerja sama kelembagaan.
FAQ
Seminar dilaksanakan pada 16–17 Juni 2023 di SMKN 4 Surakarta.
Tema seminar adalah “Lembaga Kursus Goes to Teaching Factory (TeFa)”, yang membahas penguatan pendidikan vokasi melalui model pembelajaran berbasis industri.
Peserta mengunjungi tiga sekolah pelaksana Teaching Factory di Kabupaten Kudus, yaitu SMK Raden Umar Said Kudus, SMK NU Banat Kudus, dan SMK PGRI 1 Kudus.
Studi banding bertujuan memberikan wawasan mengenai implementasi Teaching Factory di bidang animasi, tata busana, serta kecantikan dan spa sebagai inspirasi bagi pengembangan lembaga kursus dan pelatihan.